FILSAFAT PENDIDIKAN MATERI 9-11

Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan

Keberagaman pemikiran filsafat yang kemudian keranah pendidikan menimbulkan berbagai pendapat yang berbeda-beda tentang hal yang sama. Hal ini memaksa para pemikir dan penyelenggara pendidikan untuk memeilih pandangan mana yang dianggapnya paling sesuai dengan visi dan misi pendidikan yang diembannya. Sejalan dengan perkembangan filsafat pendidikan  yang menumbuhkan aliran-aliran dalam filsafat, demikian juga dalam filsafat pendidikan juga terjadi aliran. Dibawah ini akan dibaahas 3 aliran-aliran filsafat yaitu:

1. Progresivisme 
a. Latar belakang
Secara umum, progresivisme berpijak pada aliran filsafat progmatisme, yitu aliran filsafat yag berpandangan bahwa kebenaran segala sesuatu ada pada kegunaan praktisnya. Pandangan Progresivisme tentang beberapa hal terkait pendidikan:
1.) Pendidikan harus membawa kemajuan, tidak konservatif, tidak otoriter
2.) Pendidikan Harus memperhatikan kemamppuan-kemampuan dasar manusia yang merupakan motor penggerak bagi kemajuan dirinya. 
3.) Ada ilmu-imu yang potensial dapat membantu pemikiran dan pratik pendidikan.
4.) Ralita yang berupa ide dapat digunakan untk kemajuan.
5.) Dalam mencari ilmu pengetahuan lebih menekankan pada pendekatan induktif, rasional, dan empirik.

b. Tokoh dan pengaruhnya dalam pendidikan 
1.) William James, Lahir di New York, 11 Januari 1842 dan meninggal di Choruroa,New Hemshire, 26 Agustus 1910. Beliau adalah seorang psikolog dan filsuf Amerika yang sangat terkenal. Paham dan ajaannya, juga kepribadiannya, sangat berpengaruh dibberbagai negara Eropa dan Amerika. Selain sebagai penulis yang sangat brilian, dosen dan penceramah dibidang filsafat, dia juga dikenal sebagai pendiri aliran progmatisme. James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran, seperti juga aspek dari eksistensi organik, harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Dia menegaskan agar fungsi otak atau pemikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. 

2.) John Dewey, lahir di Burlington, Vermont, pada 20 Oktober 1859 dan meninggal di New York 1 januari 1952. Beliau juga termasuk salah seorang bapak pendiri filsafat progmatisme. Deway mengembangkan progmatisme dalam bentuk yang orisinil. Ide filsafatnya yang utama berkisar dalam problema pendidikan yang konkret , baik teori atau teori. Deway tidak hanya berpengaruh dikalangan alhi filsafat profesional, tetapi juga karena perkembangan idenya yang fundamental dalam bidang ekonomi, hukum, antropologi, teori politik dan ilmu jiwa. 

3.) Hans Vaihinger, menurunya tahu itu hanya mempunyai arti praktis. Persesuaian dengan objek tidak mungkin dibuktikan. satu-satunya ukuran bagi perpikir adalah gunanya untuk mempengaruhi kejadian-kejadian didunia. Segala pengertian itu berguna untuk menguasai dunia, boleh dianggap benar, asal orang tahu bahwa kebenaran itu tidak lain kecuali kekeliruan yang berguna saja.

c. Strategi progresivisme

d. Pendidikan
Aliran dan teori pendidikan yang memfokuskan pentingnya pendidikan sebagai sarana "kemajuan" atau liberasi peserta didik . pendidikan yang dilakukan oleh aliran ini beranjak dari aliran pendidikan nasional yang selalu menekankan pada otoritas pendidik dan otoritas teks yang berlebihan.
menurut pogresivisme pendidikan otoriter emacam itu memilki kelemahan karena secara ontologis pandangan tersebut memang sudah keliru, bagi progresivisme manusia secara kodrati sudah dibekali  dengan berbagai kemampuan, sehingga secra kodrati juga sudah dapat menghadapi dan mengatasi masalah yang menekan atau mengancam keberadaannya.

e. Potret guru
Dalam pandangan progresivisme terdapat perbedaan antara peran guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Karena prinsip pemebelajaran progresivisme menghendaki pembelajaran yang dipusatkan pada siswa. Peran guu menurut aliran progresivisme ialah sebagai fasilitator, pembimbing
dan pengarah bagi siswa. Aliran progresivisme  mengatakan bahwa tugas guru sebagai pembimbing aktivitas  anak didik atau siswa dan berusaha memberikan kemungkinan lingkungan terbaik untuk belajar.

2. Perenialisme
a. Latar belakang
Di zaman modern ini, banyak bermunculan krisis di berbagai kehidupan manusia, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk mengembalikan keadaan krisis ini, perenialisme memberikan jalan keluar, yaitu dengan mengembalikan kebudayaan dimasa lampau yang dianggap cukup ideal dan teruji ketangguhannya. Untuk itu harus lebih banyak mengarahkan perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh.


b. Tokoh dan pengaruhnya dalam pendidikan
perenialisme memandang pendidikan sebagai  sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang (Muhammad Noor Syam, 1986:296)

c. Strategi peresialisme

d. Pendidikan
Prinsip dasar pendidikan bagi aliran perenialisme adalah membantu peserta didik menemukan dan menginternalisasikan kebenaran abadi, karena memang kebenarannya mengandung sifat universal dan tetap. Kebenaran seperti ini hanya dapat diperoleh melalui latihan intelektual yang dapat menjadikan pikirannya teratur dan tersistematis sedemikian rupa.Hal ini semakin penting terutaama bila dikaitkan dengan persoalan pengembangan spritual manusia.

e. Potret guru peresialisme
Dalam metode dan pendekatan yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Dalam kurikulum akan terlihat materi-materi yang mengarahkan pada kepentingan dan kebutuhan subjek didiknya dalam menumbuh kembangakan potensi berfiikir, kreatif yang dimiliki peserta didiknya. Sedangkan dalam metode pembelajaran perenialisme yang mengutamakan metode yang selalu memberikan kebebasan berfikir peserta didik baik melalui diskusi maupun penemuan, guru sebagai orang yang memilki otoritas keilmuan tertentu yang siap membimbing dan memberikan kemampuan intelektual dan spritual anak didiknya.


3. Esensialisme
a. Latar belakang
Aliran Esensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman Renaissance dengan ciri-cirinya yang berbeda dengan progresivisme.Dasar pijakan aliran pendidikan ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan, toleran, dan tidak ada keterkaitan dengan dokterin tertentu.

b. Tokoh dan pengaruhnya dalam pendidikan
Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, yang memebrikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata nilai yang jelas (Zuhairini,1991:21)
c. Strategi esensialisme

d. pendidikan
1. Tujuan pendidikan harus jelas dan kukuh yang telah teruji kebenarannya dan ketangguhannya dalam perjalanan sejarah
2. sekolah harus mengutamakan realitas dunia dimana siswa hidup dan situasi praktis
3. belajar adalah melatih daya jiwa yang secara potensial sudah ada
4. tujuan belajar adalah untuk mengisi subjek mengerti berbagai realitas, nilai-nilai daan kebenaran baik sebagai warisan sosial maupun makrokosmis

e. Potret guru esensialisme
peran guru menurut esensialisme banyak persamaan dari perenialisme.Guru guru danggap sebai seorang yang menguasai lapangan subjek khusus dan merupakan model contoh yang sangat baik untuk ditiru. Oleh karena itu peran guru sangat kuat dalam mempengaruhi dan menguasai kegiatan kegiatan pembelajaran dikelas.






Sumber:
Jalaludin dan Abdullah.2013.filsafat Pendidikan. Jakarta :Rajawali Press.

soegiono.2102.Filsafat pendidikan.Bandung:PT REMAJA ROSDAKARYA


Jurnal.unma. ac.id>article>downlodPDF TELAAH ALIRAN PENDIDIKAN-Jurnal universitas majalengka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBELAJARAN KOMPUTER AUD

MATERI 15 KURIKULUM DAN PERENCANAAN PAUD