Kurikulum dan perencanaan paud materi 7
MODEL DAN PROSEDUR PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. Pendekatan pengembangan kurikulum dari sudut pandang kebijakan pengembangan kurikulum, pengorganisasian isi kurikulum, dan orientasi penyusunan kurikulum.
B. Model-model pengembangan kurikulum
a. Model humanistik
Dalam buku Zainal Arifin (2017:132), Model ini lebih mengutamakan pengembangan anak sebagai individu dalam segala aspek kepribadiannya, dimana anak merupakan kesatuan yang utuh dan menyeluruh.. Dengan tujuan pendidikan adalah untuk membina anak secara utuh, baik fisik, mental, intelektual maupun aspek-aspek afektif lainnya, seperti sikap, minat, bakat, motivasi, emosi, perasaan, dan nilai.
Menurut John Deway konsep kurikulum humanistik menekankan bahwa tugas pendidikan yang diutama adalah mengembangkan anak sebagai individu selain sebagai makhluk sosial, anak mempunyai potensi, kamampuan dan kekuatan yang dapat dikembangkan.
Konsep ini dapat diaplikasikan dalam sistem pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi anak terutama imajinasinya yang kreatif. Peserta didik berikan kebebasan, kemandirian, hak untuk menemukan diri serta pengembangan kemampuan fisik dan emosionalnya.
b. model subjek akademik
Menurut Buku Zainal Arifin (2017:132),Dalam pengertian tradisional, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk memperoleh ijazah. pengertian kurikulum ini tergolong tradisional karena bersumber dari aliran pendidikan tradisional(klasik). Menurut S, Nasution (1991), konsep kurikulum subjek akademik bertujuan untuk menghasilkan ilmuan yang bermutu tinggi dengan mengajarkan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip fundamental disiplin ilmu, mengajarkan proses penelitian dan penemuan, dan memberikan kurikulum yang didasarkan atas disiplin ilmu yang tersenndiri dengan mempunyai metode penelitian yang khusus.
Kurikulum ini lebih menekankan isi(content), kegiatan belajar lebih banyak diarahkan untuk menguasai isi sebanyak-bnyknya. Isi kusrikulum diambil dari disiplin ilmuyang telah direorganisasi sesuai dengan tujuan pendidikan.Guru harus menguasai pengetahuan yang merupakan isi pendidikan.
c. Model rekonstruksi sosial
John Deway memandang pendidikan sebagai alat rekonstruksi sosial, pendidikan dianggap sebagai alat yang ampuh untuk memperbaiki kehidupan masyararkat dan membina masa depan yang lebih baik.Kurikulum rekonstruksi sosial sangat mengutamakan ketekaitan kurikulum dengan masa depan masyarakat, bukan dengan apa yang terjadi saat ini . Dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menghadapi masalah-masalah yang ada didalam masyarakat.
d. Model teknologis
Menurut Buku Zainal Arifin (2017:134)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini cukup pesat. Perkembangan tersebut telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional diindonesia. Tidak hean sampai dengan tahun 1970 an, sekolah diindonesia masih menggunakan teknologi atau alat-alat pendidikan yang tradisional, seperti papan tulis, kapur. Sekitar tahun 1980 an, komputer mulai banyak digunakan dilinngkungan pendidikan formal, terutama di perguruan tinggi.
C. Prosedur pengembangan kurikulum tematik
Pembelajaaran tematik adalah suatu bentuk yang akan menciptakan sebuah pembelajaran terpadu, yang akan mendorong keterlibatan siswa dalam belajar, membantu siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan menciptakan situasi pemecahan masalah sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga dengan tematik ini siswa dapat belajardan bermain dengan kreativitas yang tinggi.
D. Manfaat pengembangan kurikulum tematik
1. Pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik terhadap relitas sesuai dengan tingkat perkembangan intelektualitasnya
2. Pembelajaran tematik memungkinkan peserta didik mampu mengeksplorasi pengetahuan melalui serangkaian proses kegiatan pembelajaran
3. Pembelajaran tematik membantu guru dalam meningkatkan profesionalnya
b. model subjek akademik
Menurut Buku Zainal Arifin (2017:132),Dalam pengertian tradisional, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk memperoleh ijazah. pengertian kurikulum ini tergolong tradisional karena bersumber dari aliran pendidikan tradisional(klasik). Menurut S, Nasution (1991), konsep kurikulum subjek akademik bertujuan untuk menghasilkan ilmuan yang bermutu tinggi dengan mengajarkan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip fundamental disiplin ilmu, mengajarkan proses penelitian dan penemuan, dan memberikan kurikulum yang didasarkan atas disiplin ilmu yang tersenndiri dengan mempunyai metode penelitian yang khusus.
Kurikulum ini lebih menekankan isi(content), kegiatan belajar lebih banyak diarahkan untuk menguasai isi sebanyak-bnyknya. Isi kusrikulum diambil dari disiplin ilmuyang telah direorganisasi sesuai dengan tujuan pendidikan.Guru harus menguasai pengetahuan yang merupakan isi pendidikan.
c. Model rekonstruksi sosial
John Deway memandang pendidikan sebagai alat rekonstruksi sosial, pendidikan dianggap sebagai alat yang ampuh untuk memperbaiki kehidupan masyararkat dan membina masa depan yang lebih baik.Kurikulum rekonstruksi sosial sangat mengutamakan ketekaitan kurikulum dengan masa depan masyarakat, bukan dengan apa yang terjadi saat ini . Dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menghadapi masalah-masalah yang ada didalam masyarakat.
d. Model teknologis
Menurut Buku Zainal Arifin (2017:134)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini cukup pesat. Perkembangan tersebut telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional diindonesia. Tidak hean sampai dengan tahun 1970 an, sekolah diindonesia masih menggunakan teknologi atau alat-alat pendidikan yang tradisional, seperti papan tulis, kapur. Sekitar tahun 1980 an, komputer mulai banyak digunakan dilinngkungan pendidikan formal, terutama di perguruan tinggi.
C. Prosedur pengembangan kurikulum tematik
Pembelajaaran tematik adalah suatu bentuk yang akan menciptakan sebuah pembelajaran terpadu, yang akan mendorong keterlibatan siswa dalam belajar, membantu siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan menciptakan situasi pemecahan masalah sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga dengan tematik ini siswa dapat belajardan bermain dengan kreativitas yang tinggi.
D. Manfaat pengembangan kurikulum tematik
1. Pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik terhadap relitas sesuai dengan tingkat perkembangan intelektualitasnya
2. Pembelajaran tematik memungkinkan peserta didik mampu mengeksplorasi pengetahuan melalui serangkaian proses kegiatan pembelajaran
3. Pembelajaran tematik membantu guru dalam meningkatkan profesionalnya
Sumber :.
- Arifin Zainal.2017.Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum.Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Komentar
Posting Komentar