MATERI 15 FILSAFAT PENDIDIKAN

DIALOG ANTAR ALIRAN ATAS PROBLEMA dan DILEMATIKA KEHIDUPAN MULTIDIMENSIONAL UNTUK PENGEMBANGAN  TEORI dan PRAKTEK PENDIDIKAN DI INDONESIA dan DUNIA


A. Tinjauan problema dan dilematika pendidikan 
Pengalaman diantara pengajar dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa ada beberapa sekolah model pengajarannya mengkondisikan muridnya disibukkan oleh kegiatan-kegiatan yang kurang perlu seperti mencatat bahan pelajaran yang sudah ada dalam buku, menceritakan hal-hal yang tidak perlu dan sebagainya. Sering pula ditemukan waktu kontak antara guru dengan murid tidak dimanfaatkan secara baik, guru lebih suka memaksakan kehendaknya dalam belajar muridnya sesuai keinginannya dan ada juga guru untuk memudahkan kerjanya meminta salah seorang muridnya untuk mencatat dipapan tulis kemudian murid lainnya mencatat apa yang dicata dipapan tulis dan kegiatan-kegiatan lainnya yang kurang dan sebagainya.

Dilihat dari segi pemanfaatan sumber daya, sering kali sarana dan prasarana proses belajar mengajar dikelas, laboratorium, perpustakaan, dan ditempat praktek kerja dengan berbagai alasan belum dimanfaatkan secara baik. Kelengkapan dan fasilitas belajar tidak memadai dengan alasan anggaran yang tidak memadai diantara guru tidak terampil menggunakannya.

B. Pendidikan untuk manusia dan kemerdekaan 
Filsafat pendidikan manusia yang berhubungan dengan perbuatan moral mengarah pada peraihan kebahagaian seseorang yang bernilai teleologis. Perilaku yang baik, yang identifikasi sebagai sesuatu yang tereliasasikan dalam kehidupan yang bahagia menjadi relatif bagi setiap pengembangan individu bahkan bersifat individualitas dan relatif.

Pendidikan dalam kemerdekaan dipandang belum mampu merubah moralitas bangsa mengapa dekimian? Para pemikir moral banyak memberikan jawaban atas pertanyaan ini, dalam filsafat pendidikan dipertanyakan nilai-nilai kebaikan dan keburukan, kepantasan dan ketidakpantasan bagi perilaku manusia. Manusia sebagai perilaku pendidikan dibentuk oleh filsafat pendidikan menjadi manusia yang bermoral.

C. Dialog antar aliran atas problema dan dilematika kehidupan multidimensional
Berbagai pemikiran yang di tampilkan oleh masing-masing aliran filsafat pendidikan bergulir bangunan epistemologi masing-masing. Progresivisme umpamanya memeiliki keyakinan ontologis bahwa manusia adalah makhluk yang memeiliki kemampuan yang memadai secara potensial untuk menghadapi dan mengatasi berbagai problem kehidupannya menuju suatu perkembangan yang lebih baik dan lebih sempurna yang mengarah pada yang progres.

Berbagai ragam ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bukti nyata bagi fungsionalitas kemampuan manusia dalam memecahkan problem-problemkehidupannya, dan sekaligus akan menjadi modal bagi pengembangan kearah, Pengetahuan dan teknologi baru yang adalah juga akan menjadikan langkah kemajuan-kemajuan selanjutnya tanpa henti.

1. Aliran progresivisme
Aliran progesivisme telah memberikan sumbangan yang besar di dunia pendidikan saat ini. Aliran ini telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada anak didik. Anak didik diberikan kebaikan baik secara fisik maupun cara berpikir, guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain.

2. Aliran esensialisme 
Aliran esensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Karena memendang bahwa entitas manusia sangat ditentukan oleh ragam struktur kebudayaan yang membentuknya , maka diperlukan pendidikan yang bersendikan atas azas-azas yang tetap yang akan mendatangkan kestabilan. Azas-azas yang tetap ini hendaknya azas yang benar-benar telah terujui waktu.

3. Aliran rekonstruksionisme  
Aliran rekonstruksionisme percaya, bahwa pengembangan watak manusia mesti selalu berinteraksi dengan kondisi-kondisi yang mengelilinginya. Suatu kebudayaan lahir berdasarkan pada pola adaptasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan lingkungan masyarakatnya. Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia ,Drsitual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.

Aliran Rekonstruksionisme memiliki presepsi sebagai berikut: bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur dan diperintah oleh rakyat secara demokratis, bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Cita-cita demokrasi yang sesungguhnya tidak hanya teori, tetapi mesti diwujudkan menjadi kenyataan, sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturunan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.


Sumber :

Soegiono. Filsafat pendidikan  teori dan praktik. rosda.bandung
Ruslam ahmadi. Pengantar pendidikan,asas dan filsafat pendidikan. media.yogyakarta
Sagala Syaiful. 2003. Konsep dan makna pembelajaran. Bandung : Alfabeta






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBELAJARAN KOMPUTER AUD

MATERI 15 KURIKULUM DAN PERENCANAAN PAUD