MATERI FILSAFAT PENDIDIKAN 13
MENGINDENTIFIKASI
DAN MENGANALISI PENDIDIKAN
DI
ERA REVOLUSI MENTAL
Di dunia pendidikan, revolusi mental ditekankan
pada pembentukan karakter serta pengembangan kepribadian yang dapat membentuk
jati diri bangsa. Maka tidaklah berlebihan bila kita menyebut guru adalah kunci
revolusi mental.
A. Pengertian revolusi mental
Kata mental atau
istilah panjangnya mentalitas adalah sebuah cara berpikir atau konsep pemikiran
manusia untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Mental merupakan kata lain
dari pikiran. Sehingga, mentalitas dapat dikatakan sebagai cara berpikir
tentang suatu hal. Cara seseorang berpikir ini dipengaruhi oleh pengalaman,
hasil belajar, dan atau lingkungan juga dapat mempegaruhi pola piker tersebut.
Dari makna – makna kata di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
pengertian revolusi mental adalah perubahan cara berpikir dalam waktu singkat untuk
merespon, bertindak dan bekerja.
Revolusi
mental adalah suatu gerakan yang menggembleng manusia agar menjadi manusia yang
baru, yang berhati putih, berkemauan belajar, bersemangat elang rajawali,
berjiwa api yang menyala-nyala. Itu adalah gagasan revolusi mental pertama kali
dilontarkan oleh presiden Soekarno pada peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus
1956. Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek,
padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdakaan Indonesia yang seutuhnya belum
tercapai.
Gerakan
revolusi mental terbukti berdampak positif terhadap kinerja pemerintahan Jokowi.dalam
waktu yang tidak terlalu lama, ada banyak prestasi yang diraih berkat semangat
integritas, kerja keras, dan gotong royong dari aparat negara dan juga
masyarakat. Pemberantasan
ilegal fishing, pengelolaan BBM lebih bersih dan transparan, pembangunan
pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, pembangunan tol trans jawa, trans
sumatera, dan kalimantan, adalah sedikit hasil dari kerja keras pemerintah Joko Widodo.
B.Pendidikan dalam revolusi mental
Revolusi mental sama pentingnya dengan pendidikan
karakter yang harus segera kita lakukan, meski sangat sederhana, konsep yang di
tawarkan presiden jokowi dodo itu di dasari oleh pemikiran yang sangat
fundamental, filosofis dan empiris, sehingga mampu menyentuh akar persoalan.
Sejak masa kampanye sampai sidang kabinet pertama, presiden sudah jelas
menyatakan bahwa revolusi mental harus terjadi di indonesia. Presiden Joko
Widodo pernah menuliskan defenisi revolusi mental sebagai “menciptakan
paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building baru yang lebih
manusiawi, sesuai dengan budaya nusantara, bersahaja dan berkesinambungan”.
Dalam penjabarannya ada 3 dimensi dalam pembangunan manusia indonesia yang
sehat, cerdas, dan berkepribadian (Biro Informasi yang berkepribadian dan
persidangan, 2014:2).
Revolusi mental dapat menghasilkan ketahanan pendidikan,
indonesia yang berdaulat dalam bidang pendidikan, indonesia yang berkepribadian
sosial budaya, pendidikan yang mengkaji potensi yang dimiliki indonesia dengan
sebuah sistem pendidikan yang akuntabel, bersih dari praktek korupsi, yang bisa
dirasakan oleh seluruh anak bangsa.
Desain sistem
pendidIkan kita mesti selaras dengan semangat revolusi mental sebaik mungkin
oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan pendidikan sehingga yang menjadi
manifesto Roh identitas kaum intelektual tidak terkikis ditengah problematika
bangsa yang membutuhkan kaum pelajar harus berani mampu memaparkan pandangan
sosial seperti melawan keadilan, kemiskinan, kebodohan dan ketimpangan sosial
sebagaimana yang kita dengar 18 poin penting berkaitan dengan pendidikan
berkarakter oleh kementerian pendidikan atau biasa penulis sebutkan 18
poin revolusi mental dalam bidang pendidikan yang harus diimplementasikan
secara bersama diantaranya :
- Religius
- Jujur
- Toleransi
- Disiplin
- Kerja Keras
- Kreatif
- Mandiri
- Demokratis
- Rasa Ingin Tahu
- Semangat Kebangsaan
- Cinta Tanah Air
- Menghargai Prestasi
- Bersahabat/Komunikatif
- Cinta Damai
- Gemar Membaca
- Peduli Lingkungan
- Peduli Sosial
- Tanggung Jawab
C. Realiasi spirit revolusi mental dan negara
Spirit revolusi mental dapat dikebumikan melalui
aktivitas pengajaran dan pelatihan di berbagai kesempatan. Nilai penting dari
aspek pengajaran adalah mendorong area kognitif aparatur sipil negara agar
mampu memecahkan problem pemerintahan yang dihadapi di lapangan. Pengajaran teoritik di perkuat peran salah satu asas penting dalam pemerintahan
yaitu asas berpikir panjang. Dalam praktek asas ini, membutuhkan cara pandang
suatu hal secara menyeluruh.
Pada level selanjutnya, keseluruhan pengetahuan
dan karakter yang dibentuk lewat pengajaran dan pengasuhan membuthkan
percontohan untuk diuji cobakan. Dalam konteks inilah kita menyertakan nilai
perhatian, dimana kampus sekaligus menjaid laboratorium alamiah yang dapat
dipraktekkan kasat mata. Ketika kita menguraikan pelajaran tentang pemerintahan
yang baik, maka pada saat yang sama semua prinsip yang mengkontruksi makna
pemerintahan yang baik harus mampu teraplikasikan dengan cara dilatih
terus-menerus.
D. Staategi revolusi mental dan pendidikan
Strategi pendidikan
yang telah disusun oleh Pusat Kurikulum Kemendikbud berorientasi pada karakter
ini melalui empat hal yakni pembelajaran (teaching), keteladanan (modelling),
penguatan (reinforcing) dan pembiasaan (habituating). Nilai-nilai dalam
pendidikan karakter diambil dari empat sumber utama yakni: agama, budaya,
Pancasila dan tujuan pendidikan.
Individu bertumbuh denan baik dalam
mengekspresikan nilai dan kebermaknaan hidupnya bila ia mampu mengapresiasi dan
diapresiasi oleh lingkungan atas keterlibatan dan peranan bermakna yang mereka
mainkan. Suasana dan lingkungan yang kondusif, dimana seseorang merasa nyaman secara
fisik dan psikologis dalamlingkungan pendidikan, akan membuat individu berani
menyampaikan pendapat, pemikiran, keprihatinan, dan keyakinan-keyakinan
nilainya. Dalam lingkungan yang sehat, akan ada penghargaan atas pendapat, ide
dan gagasan dan keyakinan orang lain.
Pendidikan diarahkan pada upaya memanusiakan
manusia, atau membantu proses hominisasi dan humanisasi, maksudnya
pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu peserta didik agar
menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi (bermoral, berwatak,
bertanggungjawab dan bersosialitas). Para peserta didik perlu dibantu untuk
hidup berdasarkan pada nilai moral yang benar, mempunyai watak yang baik dan
bertanggungjawab terhadap aktifitas-aktifitas yang dilakukan.
Sumber :
Suprapto. 2014.
Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan. Surabaya: Unika Darma Cendikia.
Biro Informasi dan
Persidangan. 2014. Jantung Revolusi Mental Presiden Joko Widodo ada di
Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan. Jakarta:
Menkokesra Siaran Pers Nomor: 34/ Humas Kesra/X/2014.
Doni Koesoema.
2014. Strategi Pendidikan Karakter. Jakarta: Gramedia.
Koesoema, A, Doni, 2011. Strategi
Pendidikan Karakter Revolusi Mental dalam Lembaga pendidikan, Yogyakarta:
Kanisius
Latif, Yudi. 2014. Keharusan
Revolisi Mental. Jakarta: Institut Dharma Mahardika
Cholish. A. 2015. Konsep dan
Implementasi Revolusi Mental dalam Perspektif Kebangsaan. Jakarta: Ganggas
Media.
Komentar
Posting Komentar